Tidak Pernah Tahu (Part 1 by Audhrie)

Guys, Kali ini aku mau ngepos sebuah cerpen yang aku beri judul “Tidak Pernah Tahu”. Sebenernya aku gak tahu kenapa aku mau buat cerpen ini dan aku pun gak tahu kenapa aku bisa kasih judul itu. So, just enjoy this! :) 

I'm Sorry

Malam semakin suram. Aku hanya bisa duduk terpaku dalam sunyinya malam di tengah ranjang sambil sesekali melihat kearah jendela kamarku sedikit yang terbuka. Aku tak takut akan hal apapun, tetapi hal yang sangat membuatku heran malam ini adalah aku galau. Tapi, sudahlah, waktunya tidur kupikir, kemudian aku tidur.

                Keesokan harinya…

                “Bangun, Ica!” Suara kakakku terdengar bagaikan sambaran petir dan aku terbangun.

                “Stop teriak pagi-pagi bisa sih, Kak. Sakit nih kuping gue.” Aku balas teriak padanya.

                “Cepet bangun dan berangkat ke sekolah. Gue udah buatin sarapan buat Lo.” Kakakku berteriak lagi, membuat gendang telinga ku semakin memberontak.

                “Iya, resek.” Aku bangun dan berjalan ke kamar mandi. Setelah mandi aku mengenakan seragamku dan segera menuju ruang makan. Aku dan Kakakku, Dea, hanya tinggal bertiga dengan sopir kami yang setia bernama Pak Bowo, beliau sudah menjadi sopir keluarga kami sejak aku lahir. Aku sekarang duduk di kelas sebelas SMA di sebuah sekolah swasta ternama di Tanggerang. Nama lengkapku Putri Raisa Sinaga dan sejak kecil aku selalu dipanggil ‘Ica’ dan Kakakku Dea memiliki nama lengkap Riza Radea Sinaga. Kakakku sedikit tomboy, tetapi ia sangat suka memasak, jadi sedikit untung aku sekarang tinggal bersamanya. Papa dan mama sedang ada urusan bisnis di Amerika dan belum pulang selama satu setengah tahun, mereka hanya mengirimkan uang setiap bulan dan sesekali menelepon kami. Sebenarnya kau mulai bosan, tapi inilah hidupku. Toh, aku masih punya Kakak yang walaupun resek dan nyebelin, kami tetap saling menyayangi.

                “Kak, gue bawa aja makanannya, ntar gue makan di mobil, takut telat.” Aku langsung mencomot dua lapis sandwich yang dibuat sama Kak Dea.

                “Yaudah.”

                Disekolah..

Sekolah adalah satu-satunya tempat dimana aku bisa ketemu temen-temen yang ngerti aku. Dona dan Kelly sudah menjadi sahabat-sahabatku sejak kami sama-sama menginjak bangku sekolah dasar. Kami bertiga selalu sama-sama, tetapi mereka sangat jarang datang kerumah karena takut terhadap kedua orangtuaku. Memang, orangtuaku sangat pendiam, tidak suka humor dan sedikit membosankan. Sesekali mereka tertawa karena ulahku ketika aku megerjai Kakakku sewaktu aku masih kecil. Namun, semenjak mereka menjadi sangat sibuk, mereka jarang memperhatikanku dan Kakakku. Bahkan, ketika aku haid untuk pertama kalinya sewaktu duduk di bangku SMP, mama pun tidak menyadarinya. Apalagi, ketika aku sudah mulai mengenal cinta monyet.

                Sekarang pun aku sudah memiliki seorang kekasih, namanya Rendy. Ia merupakan seseorang yang teman-temanku bilang malaikat, kenapa? Karena, Rendy adalah cowok yang IQ nya selangit, suka membaca buku, bermain basket, dan dia pernah bilang kalau aku merupakan cinta pertamanya. Aku tak pernah bisa membayangkan betapa beruntungnya aku. Cara ia memperlakukanku pun tidak buruk, ia tahu batasan-batasan dan hal yang tidak aku sukai ketika kami sedang berkencan. 

Ditunggu part selanjutnya ya, Guys!

Posted on December 6, 2013, in Story, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: