180 Hari Terbuang (Part 2)

audhrie

          13 Februari 2013. Fiki tiba-tiba memintaku untuk menemaninya menonton film di bioskop. Kebetulan saat itu ada sebuah film yang diperankan oleh idolanya, dan genre filmnya juga merupakan salah satu genre film yang aku sukai. Sehabis nonton, kami mampir di sebuah kafe yang tak jauh dari bioskop itu, tempat dimana semuanya berawal.

“Tara, kamu bener udah putus sama Alex?”

 “Yah begitulah, ga usah diabahas ya, aku males banget.”

“Bagus deh.”

“Kok bagus?” Aku terperangah.

“Ya, berarti aku bisa lebih bebas ngajak kamu jalan, kan kamu bukan milik siapa-siapa lagi.”

“Maksudnya?” Aku mulai heran dengan perkataan Fiki.

“Udah, lupain aja. Mungkin sebaiknya kita ke bioskop sekarang, bentar lagi filmnya mulai, tuh.”

          Perkataan Fiki sewaktu di kafe masih menggelayuti pikiranku, apa maksud dari perkataannya tadi. Tiba-tiba aku teringat bahwa Fiki memang pernah memintaku untuk putus dengan Alex. Aku berpikir bahwa apakah benar Fiki menyukaiku seperti kata teman-temanku. Namun, melihat dari isi smsnya yang selalu aku terima setiap hari, yang mengatakan bahwa aku adalah temannya yang tersayang, mungkin semua tebakan itu juga dapat disalahkan.

          Pada suatu sore, tepatnya pada tanggal 2 Maret 2013, Fiki mengajakku ke sebuah taman. Ia membawakan sebuah lagu ciptaannya sendiri, dengan judul Cinta Yang Baru. Menurutku, lagu tersebut mempunyai makna bahwa ia sedang memohon kepada seorang cewek, agar cewek itu melupakan kisah cinta lamanya dan menyadari bahwa dia adalah lembaran baru bagi cewek tersebut, sehingga cewek tersebut bisa sayang sama dia. Dan ternyata tebakanku benar. Namun ada satu hal yang membuatku merasa sangat terkejut, bahwa lagu itu ia ciptakan khusus untukku, dan dia sendiri yang mengatakan hal itu. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat itu, mungkin aku bahagia, namun aku juga merasa sangat aneh, hal itu sangat tidak mungkin. Aku telah menganggapnya sebagai sahabatku, tidak lebih.

          Semakin hari, aku merasa hubunganku semakin dekat dengannya. Teman-temanku bilang, kami lebih terlihat seperti pacaran, walau pada nyatanya kami hanyalah sahabat. Dia pernah bilang sayang sama aku, namun aku tidak terlalu menanggapnya serius. Walaupun, kini aku juga merasakan hal yang sama. Beberapa minggu kemudian tepatnya pada tanggal 5 Juni 2013, sekolahku menggelar sebuah acara drama musikal. Di acara itu, Fiki adalah partner actor dengan Dewi. Tidak tahu berasal dari lidah siapa, kemudian timbullah rumor bahwa mereka terjebak cinlok, namun sewaktu ku tanya, Fiki tidak pernah mengakuinya.

          Aku mulai berharap suatu hari nanti dia bisa pacaran denganku. Ini hanya harapan, aku hanya menganggapnya seperti angin yang berlalu.

          Awalnya, aku mulai dan terus berharap jika suatu hari nanti dia bisa pacaran denganku karena saat ini aku mulai merasakan bahwa aku juga menyayanginya. Namun, kini aku mulai terpikir bahwa sebaiknya aku segera menjaga jarak dengan Fiki, toh pada akhirnya dia tidak pernah memintaku untuk jadi pacarnya karena memang sepertinya ia hanya menganggapku sebagai ‘teman tersayangnya’ dan akan selalu menjadi teman, walau ia sering bilang bahwa ia sangat menyayangiku.

          Sehingga pada suatu hari, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2013, aku merasa sedikit aneh karena aku benar-benar mengacuhkannya. Dan pada tanggal 29 Juni 2013, dimana aku merasa sangat dikejutkan akan suatu kenyataan bahwa Fiki baru saja jadian dengan Dewi. Tepat hari ini, aku akan mulai sangat jauh dengannya. 180 hari aku telah bersamanya walau aku bukan pacarnya. Namun 180 hari itu terbuang, hingga pada akhirnya dia berubah 180o derajat dari pertama kali aku dekat dengannya. Tapi, aku tak pernah memusingkannya, aku yakin suatu saat nanti, aku akan mendapatkan penggantinya dan orang itu pastilah akan lebih baik darinya.

(Kisah yang terinspirasi dari pengalaman salah satu sahabat saya dengan sedikit perubahan – Audhrie)

Posted on September 29, 2013, in Story and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: