180 Hari Terbuang (Part 1)

audhrie

 

 

          Aku adalah seorang siswa SMA di jurusan IPA dan sekarang sedang duduk di kelas 12. Pada suatu hari, dimana hari itu adalah hari pertama aku menginjakkan kaki di sekolah ini. Saat itu, aku memang tak mengenal siapapun, aku hanya mempunyai seorang teman bernama Audy yang kebetulan pernah bersekolah di sekolahku yang sebelumnya. Sewaktu di SMP pun, kami tidak terlalu dekat, dan mulai dari sekolah inilah aku menjadi dekat dengannya.

          Beberapa minggu aku bersekolah, aku mulai mengenal banyak teman dan beberapa diantaranya bahkan sudah dekat termasuk beberapa orang kakak kelas perempuan. Waktu itu aku terkejut karena salah satu kakak kelas ku mengatakan, bahwa ada seseorang yang ingin berkenalan denganku, ia merupakan siswa kelas IPA, namun saat itu ia merupakan siswa kelas XI. Aku sontak kaget karena saat itu aku berfikir terlalu jauh. Tapi, aku mencoba untuk mengiyakan ajakan berkenalan dari teman kakak kelas ku tersebut.

          Singkatnya, suatu sore ketika aku sedang asyik melakukan aktivitasku dirumah, aku menerima sebuah paket makanan dari seseorang, yaitu teman kakak kelasku, yang aku tahu ia bernama Alex. Sewaktu di sekolah, aku sempat menghampirinya untuk mengatakan rasa terimakasihku padanya atas kiriman yang ia berikan untukku.

“Kak, terimakasih, ya atas kirimannya kemarin. Aku menyukainya. Lalu, apa tujuanmu memberikannya padaku?”

“Sama-sama, panggil saja aku Alex, karena sebenarnya umur kita tidak jauh berbeda. Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin berbagi denganmu. Kita akan menjadi teman baik.” Lalu, ia tersenyum kepadaku.

          4 bulan kemudian, tepat pada tanggal 16 November 2012 ia menembakku. Aku hanya merasa aneh, karena sebelumnya aku belum pernah merasakan memiliki seorang pacar dan apa saja yang akan kami lakukan. Tapi, setelah 3 hari berfikir, akhirnya aku menerimanya sebagai pacarku. Aku merasa datar. Selama aku berpacaran dengannya, aku tak pernah melihat batang hidungnya lagi. Hanya sesekali kami berpapasan di kantin, kemudian ia pergi bersama teman-temannya. Aku bingung, lalu akupun mencari kesibukanku sendiri yang biasanya ku isi dengan membaca novel dan menulis puisi di perpustakaan sekolah.

          Setiap hari Rabu, aku selalu melihat Alex duduk bersama teman-teman sekelasnya di dalam perpustakaan. Ia asyik mengobrol dengan teman-temannya dan tidak menyadari bahwa aku sedang memperhatikannya. Sedikit terdengar, bahwa ia hanya mengobrol tentang pelajaran dan terus tentang pelajaran.

          Aku mencoba untuk mencintainya, tetapi aku selalu gagal. Setiap aku mencoba, selalu saja ada hal yang mengganjal dihatiku. Aku selalu menceritakannya kepada Audy. Audy memang teman yang paling cocok untuk ku ajak mengobrol soal cinta karena ia memang ahli dibidangnya. Ia bilang bahwa, laki-laki seperti Alex itu tidak patut untuk dicintai, karena ia bukanlah sosok yang perhatian. Aku jadi bimbang, sebetulnya pacaran itu apa.

          Di saat kebimbanganku, aku mengenal seseorang, ia merupakan teman satu angkatanku, namanya Fiki. Aku menyukainya karena ia sangat memperhatikanku sampai-sampai ia rela membelikanku pulsa hanya untuk membalas sms darinya. Aku tidak menyangka dia bisa sebaik itu kepadaku, tapi aku ambil sisi positifnya. Disaat aku dekat dengan Fiki, seketika saja aku melupakan Alex.

          7 Februari 2013, aku putus dari Alex. Ini semua demi Fiki, aku menyukai Fiki sejak pertama kali kami mulai dekat, 1 Januari 2013. Lagi pula, aku memang tidak pernah menyukai Alex karena selama kami berpacaran, kami memang tidak pernah bersama, ia selalu disibukkan dengan urusannya sendiri.

Posted on September 28, 2013, in Story and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: