Inikah Cinta? (Part 5)

Hey, guys! It’s me returning and gonna share what’s next about Olivia and Adit. So, let’s check this out!

doubt-poster

Beberapa hari kemudian..

Olivia yang keadaannya sudah membaik, mengajak Audy ke sebuah kedai kopi kecil dekat toko kue Pak Hendra. Disana, takdir memepertemukan mereka berdua dengan Adit dan Tomi yang sekarang suka mampir kesini semenjak Adit tahu kalau Olivia adalah pelanggan toko ini.

“Eh, Dit. Kamu disini juga. Tumben banget.” Olivia merasa heran, karena yang ia tahu Adit tidak terlalu suka makan kue.

“Ohh, Liv. Aku barusan beli tiramisu, aku mau jenguk kamu, tapi kamunya udah sembuh. Yaudah, nih ambil aja.” Adit memberikan bungkusan yang ada ditangannya kepada Oliv.

Oliv yang memang sangat menyukai tiramisu, langsung mengambil bungkusan tersebut, “Makasih ya, Dit.” Dengan wajah tersenyum.

“Never mind. Kamu mau kemana sama Audy?” Adit yang sedari tadi melihat Audy yang sedang memperhatikan Tomi langsung menyenggol Tomi dan memberikan kode bahwa Audy memperhatikannya.

“Aku memang sering kesini dan memang mau ngajak Audy kesini, mau cari kue. Ini kan toko kue favorit aku.”

“Hmm, kamu punya acara malam ini? Aku mau ajak kamu dinner di villa aku.” Adit menunjukkan wajah penuh harap kepada Olivia.

“Ehh.. Sebenernya aku mau sih, tapi boleh aku ajak Audy? Kayaknya Tomi kasih sinyal, tuh.” Oliv yang sadar dan melihat Tomi dan Audy yang sedang asyik ngobrol berdua.

“Of course. Nanti malam jam 7.30 aku jemput kamu ya, biar aku suruh Tomi yang jemput Audy.”

“Deal!” Olivia menjawab dengan semangat.

“Oke, see ya tonight.”

            Olivia yang sibuk mencari pakaian untuk acara makan malamnya nya bersama Adit dari dalam lemarinya, secara tak sengaja menjatuhkan sebuah gaun. Gaun yang seharusnya ia pakai di pesta pernikahannya dengan Reza. Ia langsung terdiam dan segera duduk di sofa yang ada di depan lemarinya sambil memegang gaun tersebut. Seketika itu, matanya berlinang dan ia kembali terbawa ke masa lalunya dengan Reza. Ia kembali merasa ragu akan menyambut cintanya yang baru, Adit. Adit yang beberapa minggu terakhir telah kembali menceriakan harinya dan memberinya sebuah harapan baru untuk bangkit dan melanjutkan hidup dengan orang yang dikasihinya. Oliv telah menyadari bahwa terlalu lama berlarut dalam kenangan masa lalu sama saja mematikan masa depan kita yang hidup dalam raga yang bernapas. Ia juga menyadari bahwa, hatinya yang sekian lama ini robek harus kembali diperbaiki dengan menjahitnya menggunakan cinta yang baru akan dimulainya sebentar lagi, mengingat Adit telah menyatakan perasaannya kepada Oliv, mungkin malam ini ia akan segera mendapatkan jawabannya. Dan tiba-tiba Audy membuka pintu kamar Olivia.

“Kak, lo ngapain? Bukannya siap-siap.” Audy heran melihat kakaknya duduk di sofa sambil memegang sebuah gaun.

“Iya, bawel. Gue lagi nyari baju yang cantik.” Sambil melihat-lihat ke dalam lemari.

“Yaudah, cepet ya. Udah mulai gelap, nih.” Audy langsung keluar dari kamar Olivia.

Olivia sudah kembali mencari pakaiannya, dan akhrinya ia menemukan sebuah gaun yang sepertinya cocok untuk digunakan malam ini.

Malam harinya.

Tin… Tiiiiinnn… Olivia sudah bisa menebak, suara motor itu.. Adit. Tapi, kali ini ia mendengar dua suara klakson yang berbeda.

“Ah, mungkin itu Tomi.” Oliv begitu yakin karena ia memang tahu kalau Tomi senyatanya ingin menjemput Audy.

“Iyaa, sebentar.” Olivia berteriak dari dalm kamarnya.

Ketika Olivia membuka pintu depan, Adit dan Tomi terlihat terpana akan penampilan Olivia yang sangat anggun malam ini. Mengenakan sebuah dress selutut berwarna merah marun dengan sedikit hiasan kelap-kelip di bagian lehernya. Oliv pun mengenakan sepasang sepatu high heels yang berwarna senada dengan pakaiannya. Tetapi, ia tidak memakai make-up diwajahnya, dan walaupun begitu, dimata Adit Olivia tetaplah makhluk tercantik. Olivia terlihat keheranan tetapi tetap tersenyum manis kepada mereka berdua. Dibelakangnya terlihat Audy yang juga terlihat anggun mengenakan pakaian sejenis dengan Olivia tetapi berwarna hijau toska.

“Wow!” Tomi nyeletuk sambil tersenyum melihat Audy yang sedang berjalan ke arahnya.

Lalu disambung oleh Adit, “Kamu cantik.” Mengatakannnya dengan wajah yang terlihat merah sambil tersenyum kepada Oliv. Adit berjalan kearah Oliv dan mengulurkan tangannya kepada Oliv untuk disambut.

Dan.. Double-date pun terjadi.

Sesampainya di villa Adit, di halaman depan yang cukup luas telah terdapat dua buah meja persegi dengan dua buah kursi di kedua sisi yang berhadapan. Diatasnya terdapat sebuah lilin yang terletak di sebelah vas bunga kecil yang indah. Tata meja ala restoran Eropa pun sangat elegan. Olivia tercengang melihatnya dan sedikit menitikkan airmata bahagia karena hatinya sudah mantap untuk menerima Adit ke dalam hidupnya.

Eiiiitss, masih ada part terakhir (semoga), jadi jangan sampai ketinggalan yaa. Stay tune!

Posted on August 27, 2013, in Story. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: