Design Graph – Enterpreneurial Workshop di SMAN Sumsel by Audhrie

graphic-designEnterpreneurial, Design Graph Workshop – 30 Juli 2013

Di pertemuan yang singkat dengan seorang pembicara sarjana jurusan desain grafis di salah satu universitas di Solo, saya mendapatkan cukup banyak pengetahuan tentang Design Graph. Berikut ringkasan kesimpulan serta beberapa informasi dari internet yang telah saya tambahkan guna melengkapi informasi yang saya terima sebelumnya melalui workshop.

Desain grafis (Design Graph) merupakan seni menggabungkan beberapa komponen seperti gambar dan tulisan ke dalam suatu media yang bertujuan untuk menyampaikan atau mengantarkan suatu pesan serta membuat orang-orang atau masyarakat yang melihat akan megerti akan apa tujuan dari dibuatnya sebuah desain tersebut. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metode merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain). Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Desain grafis mempunyai beberapa fungsi, diantaranya adalah:

  1. Sebagai pembentuk citra, dimana jika suatu perusahaan atau suatu lembaga menggunakan desain grafis untuk memperkenalkan produknya atau mempublikasikan sesuatu, mereka mengharapkan citra atau kesan yang baik terhadap produk atau sesuatu yang mereka publikasikan dan perkenalkan. Citra tersebut sendiri merupakan sesuatu yang penting dalam menjalankan suatu usaha guna mendapat pengakuan dari masyarakat atas produk-produknya.
  2. Sebagai pemecah suatu masalah. Seperti yang kita ketahui, sebuah iklan yang pastinya dibuat menggunakan desain grafis baik iklan yang bertujuan komersil ataupun sosial pasti bertujuan untuk mempengaruhi dan mengajak masyarakat agar senantiasa memebeli produk atau mengikuti dan mendengarkan saran-saran yang diberikan dalam iklan tersebut. Pemecah masalah yang dimaksudkan adalah, menggunakan iklan sebagai saran berbagi ilmu dengan cara menarik sehingga penonton atau audience dapat mengerti akan maksud dari sebuah iklan.

Demikian sedikit informasi dari saya, terimakasih atas kunjungannya semoga bermanfaat.

Posted on August 20, 2013, in Article. Bookmark the permalink. 4 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: